Bila di hati masih ada iman, selalu ada hasrat untuk pulang.
Bila di hati masih ada iman, selalu ada peluang untuk bisa pulang.
Begitulah seorang mukmin dalam mengisi hari-harinya Saat berjalan ke
arah yang benar, kadang ia tergoda dan menyimpang ke arah yang salah.
Iman itulah yang menahan dirinya untuk tidak terjerumus ke dalam dosa.
Ia selalu berniat untuk kembali.. 'Pulang' dan bertaubat sebelum melakukan kekeliruan..
Agar Tidak Terlambat 'Pulang'..
Pelihara Konsistensi kedekatan pada Kebaikan.
-Terus menjaga niat baik, meningkatkan keyakinan terhadap apa yang dilakukan, mempertajam mutu keahlian, amal dan kerja..
Menyadari Peran yang di Sandang.
-Seringkali kita kurang ikhlas dan bersungguh2 menjalani peran2 yang
kita sandang.Terkadang kita bersikap sekedarnya. Sekedar menjadi
pemimpin, sekedar menjadi orang tua, sekedar menjadi suami/istri,
sekedar menjadi guru, dls.
Berhenti dari Angan-angan Berkepanjangan.
-"Tidaklah dunia akan menjadi obsesi seseorang, kecuali dunia menjadi
sangat lekat dihatinya dalam 4 keadaan, diantaranya angan-angan yang tak
ada ujungnya.." (Umar bin Khattab ra)
Menghitung diri
.-"Perjalanan panjang hanya bisa ditempuh dalam keseriusan dan berjalan
diwaktu malam. Jika seorang musafir menyimpang dari jalan, dan
menghabiskan waktu malamnya untuk tidur, kapan ia akan sampai ke
tujuan?" (Ibnu Qoyyim)
"Seorang hamba akan tetap berada dalam
kebaikan selama ia masih bisa menasehati dirinya sendiri dan selalu
memelihara untuk menhitung2 dirinya sendiri." (Hasan Al Basri)
..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar